Tax Amnesty Indonesia Tahun 2016, Sukses Besar!

Akhir-akhir ini, Anda pasti sering mendengar tentang tax amnesty atau amnesty pajak di banyak media. Diberitakan bahwa di Indonesia, amnesty atau pengampunan pajak yang diberlakukan sejak tahun 2016 sampai dengan awal 2017 ini telah memberikan hasil yang sangat memuaskan, dan merupakan kisah sukses tentang bagaimana pengampunan pajak bisa memberikan sumbangan yang besar untuk negara ini.

Tapi tahukah Anda tentang apa itu sebenarnya amnesty pajak? Secara mudahnya, amnesty pajak ini adalah sebuah program yang diberlakukan oleh pemerintah berupa pengampunan untuk pajak. Jadi jika sebelumnya ada pajak yang ter utang misalnya, atau Anda seharusnya menghadapi sanksi administrasi karena urusan perpajakan, atau seseorang mendapatkan sanksi pidana karena harta yang telah dimilikinya dari tahun 2015 ke belakang belum dilaporkan, maka semua itu akan dihapuskan. Ini dengan catatan tunggakan pajak dan tebusannya dibayar.

Banyak orang yang sebenarnya skeptic dalam menanggapi cara pemerintah menghadapi para pengemplang pajak dengan cara ini. Apalagi karena tax amnesty pada tahun-tahun sebelumnya disambut secara dingin oleh para wajib pajak yang diharapkan untuk bisa mengikutinya. Selain itu, ada kecemasan tentang transparansi akses dan informasi yang disampaikan ke rakyat, beserta keraguan apakah Direktorat Jenderal Pajak akan bisa mengontrol sistem ini.

Namun kecemasan tersebut, yang memang sudah wajar dan memiliki dasar yang kuat, ternyata tak terbukti. Nyatanya menjelang akhir tahun 2016 ini, Indonesia dinilai telah sukses dalam menyelenggarakan amnesty pajak tersebut. Bahkan berdasarkan laporan yang didapatkan dari Center for Indonesia, hasil pajak yang didapatkan dari program amnesty ini sangat besar jumlahnya dan jauh melebihi pendapatan dari negara lain. Dikatakan bahwa sampai dengan September 2016, pemerintah Indonesia telah mendapatkan nilai dari deklarasi harta yang berasal dari program ini dengan jumlah Rp2.514 trilyun, di mana uang tebusannya sendiri mencapai jumlah Rp81,1 trilyun.

Apakah ini termasuk jumlah yang impresif? Sangat! Deklarasi harta dan juga uang tebusan yang didapatkan pemerintah dari amnesty pajak ini telah memecahkan rekor dalam perolehan amnesty pajak yang terbesar di seluruh dunia. Tak percaya? Coba lihat perolehan dari negara-negara lain tersebut, dan bandingkan dengan Indonesia:

  1. Nilai deklarasi harta di Indonesia untuk amnesty pajak sebesar Rp2.514 trilyun lebih di bulan September 2016.
  2. Di Italia, program amnesty pajak di tahun 2009 juga cukup sukses, tapi jumlah deklarasi harta yang didapatkan adalah sejumlah Rp1.179 trilyun.
  3. Di Chili, amnesty pajak dilakukan di tahun 2015, dan mereka mendapatkan nilai dari deklarasi harta sebesar Rp263 trilyun, jauh di bawah Italian dan tentu saja Indonesia.
  4. Di Spanyol, program amnesty pajak dilakukan di tahun 2012, dan nilai dari deklarasi pajak yang dihasilkan adalah Rp202 trilyun.
  5. Afrika Selatan menghasilkan deklarasi harta sebanyak Rp115 trilyun dalam amnesty pajak yang dilakukan pada tahun 2003.
  6. Australia mendapatkan deklarasi harta sebesar Rp66 trilyun dalam amnesty pajak yang dilakukannya di tahun 2014.
  7. Irlandia memberlakukan amnesty pajak pada tahun 1993, dan saat itu berhasil mendapatkan deklarasi harta sebanyak Rp26 trilyun.

Seperti yang Anda lihat di atas, jika dibandingkan dengan negara lain yang telah melaksanakan tax amnesty, Indonesia bisa dibilang telah berhasil dengan spektakuler. Baik dari deklarasi harta yang dihasilkan maupun dari uang tebusan yang didapatkan, semua itu berhasil didapatkan dengan jumlah yang besar. Hasil ini akan sangat membantu pemerintah ke depannya untuk melakukan restrukturisasi ekonomi yang lebih baik dan juga pembangunan negara.

tax-amnesty-indonesia-tahun-2016-sukses-besar

Image : Facebook

 

Tax Amnesty, Siapa yang Perlu dan Tak Perlu Ikut?

Program untuk tax amnesty telah mulai dilangsungkan pada bulan Juli 2016 yang lalu, terlepas dari banyak keraguan dan juga protes yang menyertainya. Program yang dimaksudkan agar para wajib pajak melaporkan hartanya dan membayar tebusan, dan sebagai gantinya, pemerintah akan mengampuni dan memutihkan semua utang pajak maupun sanksi pidana atau pun administrasi perpajakan yang seharusnya dialami oleh sang wajib pajak.

Pemerintah sendiri melakukan program yang dalam bahasa Indonesia nya disebut amnesty pajak ini dengan alasan sebagai berikut:

  • Banyak harta maupun aset yang menjadi hak milik para warga Indonesia yang belum dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan, baik aset yang berada di dalam atau pun yang ada di luar negeri.
  • Pemberlakuan amnesty pajak ini akan memberikan kesempatan yang bagus bagi pemerintah untuk menambah pemasukan negara, yang juga akan memicu pertumbuhan ekonomi.
  • Amnesty pajak juga dimaksudkan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya membayar pajak dan mematuhi aturan yang berkaitan dengan hal tersebut.
  • Kasus Panama Papers tentang banyaknya pengusaha internasional yang menyembunyikan aset-aset mereka di luar negeri untuk menghindari pajak juga menjadi pemicu.

Namun hal yang harus dimengerti oleh para wajib pajak adalah, tax amnesty ini bukan merupakan sebuah kewajiban. Perhatikan ini:

  • Program satu ini adalah hak yang dimiliki oleh setiap wajib pajak. Jadi amnesty pajak sifatnya adalah sukarela serta tak akan mengikat para wajib pajak.
  • Anda yang tidak mengikutinya berarti juga tak akan bisa menghapus pajak Anda yang ter utang maupun penghapusan sanksi.
  • Walaupun begitu, Anda yang belum melaporkan harta Anda atau penghasilan yang didapatkan antara 1 Januari 1985 hingga 31 Desember 2015 di SPT PPh direkomendasikan untuk ikut amnesty pajak.

Meskipun para wajib pajak disarankan untuk sebaiknya memanfaatkan amnesty pajak ini demi kepentingan mereka sendiri, ada beberapa yang sebenarnya tak memerlukannya, dan tak akan mengalami masalah jika memang tak ikut. Misalnya saja:

  • Jika penghasilan Anda di Tahun Pajak Terakhir ada di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak atau PTKP, maka amnesty pajak tidak perlu dilakukan. Ini biasanya berlaku untuk kalangan nelayan, petani, maupun pensiunan.
  • Harta warisan yang diterima ahli waris yang tak memiliki penghasilan maupun pendapatannya di bawah PTKP juga bukan jadi obyek dari amnesty pajak. Demikian juga dengan harta warisan yang sudah masuk dalam laporan SPT PPh ahli waris.
  • Harta hibah juga bukan obyek dari amnesty pajak, dengan kondisi yang sama dengan harta warisan di atas.

Menimbang hal-hal di atas, maka sebenarnya tak ada salahnya Anda mengikuti amnesty pajak. Anda akan mendapatkan keuntungan sebagai berikut:

  • Pajak yang ter utang akan dihapuskan, sehingga tarif tebusan jadi lebih rendah.
  • Anda akan dibebaskan dari segala macam sanksi, baik administrasi perpajakan maupun pidana.
  • Pemeriksaan untuk bukti permulaan serta segala macam penyidikan tentang pajak dan aset juga tak akan dilakukan.
  • Kalau Anda dalam proses pemeriksaan pajak untuk bukti permulaan/penyidikan, proses tersebut akan berhenti ketika Anda ikuti amnesty pajak.
  • Kerahasiaan data aset juga dijamin.

Selain itu, tax amnesty juga akan membebaskan banyak pengusaha dari PPh ketika akan melakukan balik nama atas segala aset yang sebenarnya milik mereka, tapi bukan atas nama pengusaha tersebut. Melihat situasi dan kondisi sekarang ini, maka keuntungan dalam mengikuti amnesty pajak lebih banyak dibandingkan kerugiannya, bukan? Jadi manfaatkan waktu yang terbatas ini!

Tax Amnesty, Siapa yang Perlu dan Tak Perlu Ikut?

Tax Amnesty, Siapa yang Perlu dan Tak Perlu Ikut?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *