Cara Mengatur Keuangan Keluarga Modern untuk Krisis

Semakin modern hidup Anda tak memungkiri juga jika tingkat pengeluaran yang dibutuhkan juga kian tinggi. Hal ini jugalah yang sering kali membuat beberapa orang bingung dalam mengatur keuangan keluarga mereka. karena jika dihitung-hitung sebenarnya income tetap antara dulu dengan sekarang, namun biaya kebutuhan semakin hari-semakin naik. Ditambah lagi dengan banyaknya kebutuhan komplementer di era sekarang ini. Tentunya Anda harus lebih pintar dalam menyiasati cara mengatur keuangan keluarga ini.

Jangan hanya mengandalkan keikutsertaan pada zaman, karena hal ini berbahaya jika tak ditunjang dengan income tambahan. Biasanya sebagai ibu rumah tangga, peran wanita jauh lebih banyak disini. Karena Anda harus mengelola keuangan tersebut secepat mungkin agar keluarga tak mengalami krisis finansial, apalagi hingga menyebabkan keberadaan hutang. Dihitung secara rinci antara jumlah income dengan unsur-unsur pengeluaran yang ada, namun juga harus memiliki uang cadangan jika ada kebutuhan darurat.

Sebenarnya cara mengatur keuangan keluarga sekarang ini tak bisa disamakan dengan model-model terdahulu. Anda harus menerapkan prinsip modern juga agar semua jenis kebutuhan terpenuhi, termasuk diantaranya adalah kebutuhan pelengkap yang nilainya bisa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan pokok. Setidaknya Anda bisa menerapkan teknik mengelola keuangan dengan sistem modern, yaitu:

  1. Hitung-hitung pengeluaran rutin yang diberlakukan selama 1 bulan, antara apa yang dibutuhkan dan juga sudah dijalani, kebanyakan memang sudah dibuatkan daftar anggaran, namun ada kalanya tak sesuai dengan apa yang diinginkan, pasti selalu ada keuangan uang. Sehingga jangan hanya membuat list apa yang akan dilakukan dengan uang saja, melainkan juga yang sudah dilakukan, jadi semisal ada minus terlihat jelas.
  2. Pisahkan antara uang tabungan dengan investasi. Masyarakat modern memang berpikir jangka panjang, sehingga disamping menggunakan uang sisa untuk ditabung, mereka juga berpikir dalam lakukan investasi. Namun ketahui bahwa antara tabungan dengan investasi ini jauh berbeda. Jangan menyamakan uang, karena semisal investasi mengalami kerugian Anda yang akan bingung mencari dana pengganti.
  3. Dana darurat juga harus disiapkan, kebutuhan darurat umumnya untuk hal-hal yang sifatnya tak pernah terduga, tentunya berbeda dengan uang tabungan Anda. Karena tabungan sering kali sudah direncanakan dengan jelas jangka panjang. Bentuk dana darurat ini juga bisa beberapa produk asuransi. Misalnya asuransi kesehatan atau juga harta benda berharga. Sehingga jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan maka Anda bisa dapatkan sumber ganti ruginya.
  4. Prioritaskan kebutuhan pendidikan anak menjadi yang utama, sebelum berpikir untuk membeli kendaraan atau properti baru, setidaknya ada tabungan untuk masa depan buah hati. Karena Anda tak akan tau apa yang akan terjadi kedepannya. Jangan sampai putus pendidikan hanya karena masalah finansial yang tak tertebak. Jadi mulai sekarang rencanakan tabungan pendidikan khususnya.
  5. Fokus pada tujuan utama, bagian terpenting disini dalam mengatur finansial keluarga bukan hanya hidup yang terlihat mewah, melainkan terhindar dari krisis. Jadi jangan sampai Anda mendahulukan prestige dibandingkan dengan kondisi keluarga. Sebagai Bendahara dalam keluarga maka wanita yang akan mengatur semua keuangan tersebut, Andalah yang akan menentukan kemana tujuan kapal berlayar. Jangan terjebak dengan kemewahan sesaat.

Itulah setidaknya cara mengatur keuangan keluarga modern. Perhatikan baik-baik agar tak sampai mengalami krisis, apalagi di tengah keadaan ekonomi yang tak menentu seperti sekarang ini. Prioritaskan kebutuhan terpenting dalam keluarga terlebih dahulu.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *